KARAKTERISTIK DEMOGRAFI , EKONOMI DAN SOSIAL KONSUMEN

Demografi dan sub budaya konsumen Budaya menggambarkan pada nilai – nilai,kepercayaan, ide, sikap, dan tindakan dari suatu bangsa. Budaya dalam suatu masyarakat dapat di bagi lagi ke dalam bagian yang lebih kecil yaitu sub budaya. Sub budaya bisa tumbuh dari adanya kelompok – kelompok di dalam jenis usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, dsb.

no Karakteristik demografi Contoh sub budaya 1 Usia Anak-anak, remaja,dewasa , tua, lansia 2 Agama Islam, protestan, katolik,hindu,budha 3 Suku bangsa Sunda, jawa, bali, batak, minang, bugis,dll 4 Warga Indonesia keturunan Pribumi, tionghoa,india, arab 5 Pendapatan Miskin, menengah, kaya 6 Jenis kelamin Laki – laki , wanita 7 Status pernikahan Lajang, menikah, janda, duda 8 Jenis keluarga Orang tua tunggal, orang tua lengkap, satu anak, banyak anak. 9 Pekerjaan Dosen, guru, pengacara, montir, dll. 10 Lokasi geografi Jawa, Sumatra, kota, desa. 11 Jenis Rumah tangga Rumah tangga, bukan Rumah tangga, keluarga, bukan keluarga. 12 Kelas social Kelas atas,menengah, kelas bawah USIA Memahami konsumen dari segi usia adalah hal yang sangat penting, karena konsumen yang berbeda usia juga akan mengkonsumsi barang yang berbeda, hal ini juga akan berpengaruh pada selera dan kesukaan terhadap merek. Dari sisi pemasaran juga akan mempengaruhi bagaimana segementasi pasar. HENDI IRAWAN (2001) mengemukakan hasil survey frontier mengenai konsumen anak, bahwa anak dengan usia yang berbeda membaca media yang berbeda. Pasar konsumen anak dapat di bedakan dalam tiga kelas 4 – 6th, 7 -9th,10 – 12th. Survey frontier terhadap anak – anak Indonesia dari januari sampai april 2001 menunjukkan bahwa segmen anak – anak bisa dibedakan dalam 5 segmen. PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN Pendidikan dan pekerjaan adalah dua karakteristik konsumen yang sangat berkesinambungan. Pendidikan akan menentukan jenis pekerjaan yang di lakukan oleh seorang konsumen. Tingkat pendidikan juga akan mempengaruhi dalam cara berpikir, bersikap, cara pandang bahkan dalam persepsi mengenai suatu hal. Konsumen yang memiliki pendidikan yang baik akan lebih responsive terhadap informasi.<!–more–> Pendidikan juga mempengaruhi konsumen dalam memilah barang dan merek, pedidikan yang berbeda akan menyebabkan selera yang berbeda.
Dari sisi pemasaran, consume potensial bagi semua produk dan jasa. Segmen konsumen anak Indonesia no Segmen Penjelasan % 1 Self determined Tingkat kepercayaaan tinggi, membeli produk karena keinginan sendiri, bertanggung jawab atas keputusannya 26 2 Sluggish kid Kurang aktif , banyak menonton tv, kurang taat ibadah, sulit menerima nasehat 27 3 Oberdient kid Ambisius, aktif di luar sekolah, menonton tv pada waktu yang di tentukan, rajin belajar,sebagian besar perempuan 13 4 Happy jolly kid Sangat periang, tidak stress, senang bepergian dengan orang tua, sangat di pengaruhi orang tua dalam pembelian 24 5 Reliant kids Dekat dengan orang tua, uang saku sedikit, kurang bermain, kurang mandiri, mempengaruhi orang tua dalam pembelian 10 LOKASI GEOGRAFIK Dimana konsumen tinggal akan mempengaruhi apa yang akan di konsumsi oleh si konsumen. Orang yang tinggal di desa akan terbatas akan berbagai produk dan jasa yang akan di gunakan. Orang desa lebih memilih meninggalkan desa untuk bisa menikmati pendidikan yang tinggi. Para pemasar harus memahami bagaimana lokasi tinggal dari konsumen, agar ia bisa memfokuskan kemana produknya akan di jual. Indonesia lebih memiliki 203 juta jiwa yang menyebar di seluruh provinsi di Indonesia. KARAKTERISTIK EKONOMI KONSUMEN Pendapatan Pendapatan merupakan imbalan yang di terima oleh seseorang konsumen yang melakukan pekerjaan. Pendapatan umum di terima dalam bentuk uang. Besarnya jumlah pendapatan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, daya beli akan menggambarkan bayaknya danjenis dari produk yang akan di konsumsi oleh masyarakat. Pengukuran pendapatan a. Gaji pokok b. Tunjangan c. Bonus d. Pendapatan lainnya Pengeluaran sebagai indikator pengeluaran Para peneliti seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan data pendapatan dari konsumen. Konsumen seringkali merasa tidak nyaman apabila di Tanya soal pendapatan. Untuk hal itu para peneliti melakukan metode pendekatan pegeluaran konsumen atau rumah tangga. Para konsumen akan di tanyakan berapa banyak pengeluaran dalam sebulan, hal ini yang akan menentukan banyaknya pendapatan. Badan pusat statistik melakukan survey sosial ekonomi nasional, untuk mengumpulkan data sosial ekonomi penduduk Indonesia , yang meneliti masalah demografi, pendidikan, kesehatan, gizi, perumahan atau lingkungan, kriminologi dan kesejahtraan Rumah tangga. Untuk kepentingan pemasaran, para peneliti sering menggolongkan pendapatan konsumen ke dalam beberapa kelompok untuk menggambarkan perbedaan daya beli. Salah satu cara nya adalah pengelompokan pendapatan penduduk. Kelompok bawah menerima < 12% dari seluruh pedapatan : tingkat ketimpangan distribusi pendapatan tinggi Kelompok bawah menerima antara 12% sampai 17% dari seluruh pendapatan : tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di anggap sedang  Kelompok bawah penerima > 17% dari seluruh pendapatan : tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di anggap rendah KREDIT DAN KARTU KREDIT SEBAGAI SUMBER DAYA EKONOMI KONSUMEN. Pendapatan bukan lah satu satunya sumber daya ekonomi konsumen. Kredit dan kartu kredit merupakan sumber daya ekonomi konsumen lainnya yang penting. Melalui mekanisme kredit, konsumen bisa mengkonsumsi produk dan jasa saat ini juga tanpa harus menunggu punya uang dulu. Kredit dan kartu kredit biasanya di keluarkan oleh lembaga keuangan atau bank. Kartu kredit memiliki fungsi dua sisi yaitu untuk sebagai alat pembayaran dan kartu bergulir. Konsumen membayar sejumlah tagihan transaksi sebulan yang lalu berarti konsumen memakai kartu kredit pembayaran ( method of payment) dan sebaliknya jika konsumen menbayar sejumlah minimal pada jatuh tempo , konsumen menggunakan kartu kredit sebagai sumber kredit. KELAS SOSIAL KONSUMEN Pengertian kelas sosial Kelas sosial adalah bentuk lain dari pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat atau kelompik yang berbeda.kelas sosial akan mempengaruhi jenis produk,jenis jasa,dan merek yang dikonsumsi konsumen. Kelas sosial juga ,mempengaruhi pemilihan toko,tempat pendidikan,dan tempat berlibur dari seorang konsumen. Konsumen juga sering memiliki presepsi mengenai kaitan antara satu jenis produk atau sebuah merek dengan kelas sosial konsumen, misalnya, kapal persiar biasa dimiliki oleh konsumen kelas atas, konsumen kelas bawah biasanya menggunakan transportasi umum dan kelas menengah menggunakan kendaraan pribadi. Kelas sosial memiliki arti sebagai berikut: “social class is defined as relativelly permanent and homogeneous divisions is a social into which individuals or familys sharing similar values lifestyles,interest,behavior,can be categorized. It refers to a grouping of people when a similar in the behavior based on there economic in the market place” (blackwell,miniard,1995,hal 681). Konsumen yang berada pada kelas yang sama akan menunjukkan persamaan dalam nilai-nilai yang dianut, gaya hidup dan perilaku yang sama. Selain kelas sosial, ada juga istilah status sosial yang memiliki arti yang sama dan digunakan secara bergantian untuk menggambarkan perbedaan kelas. Faktor-faktor yang menetukan kelas sosial Enggel blackwell dan miniard(1995) menyebutkan ada 9 variabel yang menetukan kelas sosial dan digolongkan kedalam 3 kategori: 1.variabel ekonomi • Status pekerjaan • Pendapatan • Harta benda 2.variabel interaksi • Prestis individu • Asosiasi • Sosialisasi 3.variabel politik • Kekuasaan • Kesadaran kelas • Mobilitas Status pekerjaan Status pekerjaan akan menentukan kelas sosial seseorang, profesi dokter, pengacara, akuntan adalah profesi yang masuk kedalam kategori kelas atas. Status pekerjaan sangat menentukan pendapatan seseorang. Namun pendapatan bukanlah satu satunya variabel yang menentukan kelas seseorang. Prestasi yang diraih oleh seseorang dibandingkan orang lain dalam pekerjaan yang sama dapat menetukan kelas sosial.seorang dosen diperguruan tinggi yang meraih penghargaan nobel akan memiliki kelas sosial yang lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan yang lain sesama dosen. Pendapatan dan kepemilikan harta benda. Pendapatan akan menentukan daya beli seseorang, yang selanjutnya akan mempengaruhi pola konsumsi.
Semakin tinggi pendapatan seseorang semakin besar peluang ia masuk kedalam kategori kelas atas. Pendapatan yang tinggi biasanya diikuti oleh pemilikan harta benda yang banyak.dipedesaan,pemilikan sawah,kebun,ladang,ternak yang banyak merupakan simbol pemilikan dari kelas atas dimasyarakat tersebut. Dijakarta,pemukiman dimenteng,pondok indah, perumahan kota wisata cibubur,kelapa gading adalah lokasi oerumahan bagi kelas sosial atas. Variabel interaksi. Kelas sosial akan ditentukan oleh penghargaan yang diberikan orang kepada seseorang. Seseorang dikatakan memiliki prestis pribadi jika ia dihormati oleh orang lain dan orang orang sekelilingnya. Seseorang pada kelas sosial tertentu lebih senang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan seseorang pada sosial yang sama. Bagaimana seseorang melakukan sosialisasi menentukan kelas sosial seseorang bisa dipastikan ia berasal dari keluarga atas. Variabel politik. Kesadaran kelas adalah kesadaran seseorang terhadap kelas sosial dimana berada bahwa mereka berada dalam suatu kelompok yang berbeda dengan yang lain, dan memiliki minat politik dan ideologi yang sama. Konsep lain untuk memahami kelas sosial adalah mobilitas.mobilitas adalah perubahan seseorang dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lain. Pembagian kelas sosial. Para pemasar sering menggunakan 3 indikator untuk menentukan sosial konsumen yaitu pendidikan,pendapatan,dan pekerjaan. Ketiga variabel tersebut lebih mudah diukur dibandingkan variabel lain dalam menetukan status sosial seseorang. Orang yang berpendidikan tinggi biasanya memperoleh pekerjaan yang baik,dan tentu saja mendatangkan pendapatan yang lebih baik. Kelas sosial sebenarnya menggambarkan suatu konsep yang kontinus,yaitu suatu penggolongan kelas dari yang paling rendah sampai yang paling atas. Namun untuk memudahkan analisis,pembagian kelas tersebut disederhanakan menjadi beberapa starata:bawah,menengah,atas. RINGKASAN Budaya yang ada dalam suatu masyarakat bisa dibagi lagi kedalam beberapa bagian yang lebih kecil. Inilah yang disebut dengan subbudaya. Budaya bisa tumbuh dari adanya kelompok-kelompok di dalam suatu masyarakat. Pengelompokkan masyarakat biasanya berdasarkan usia, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, dan sebagainya. Perbedaan kelompok tersebut berdasarkan kepada perbedaan karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi konsumen. Beberapa karakteristik demografi yang sangat penting untuk konsumen adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi, dan kelas sosial. Pendidikan dan pekerjaan adalah dua karakteristik konsumen yang aling berhubungan. Pendidikan akan menentukan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh seorang konsumen. Dimana seorang konsumen tinggal akan mempengaruhi pola konsumsinya. Orang yang tinggal didesa akan memiliki akses terbatas berbagai produk dan jasa. Pendapatan merupakan imbalan yang diterima oleh seorang konsumen kerjaan yang dilakukanny untuk mencari nafkah. Pendapatan umum diterima dalam bentuk uang. Pendapatan adalah sumber daya material yang sangat penting bagi konsumen. Karena dengan pendaoatan itulah konsumen bisa membiayai kegiatan konsumsinya. Pendapatan bukan lah satu-satunya sumber daya ekonomi konsumen. Kredit dan kartu kredit merupakan sumber daya ekonomi konsumen lainnya yang sangat penting. Kelas sosial adalah bentuk lain dari pengelompokan masyarakat dalam kelas atau kelompok yang berbeda. Kelas sosial akan memperngaruhi jenis produk, jenis jasa, dan merek yang dikonsumsi konsumen.

by jufri ibrahim

tinggal kan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s