AL-JAZEERA SEBAGAI PENYEIMBANG PROPAGANDA MEDIA BARAT

Latar Belakang

Hari ini, jenis media apakah yang paling sering dikonsumsi masyarakat? Tanpa perlu ragu atau bimbang, katakan saja, TELEVISI! Sebut saja para orang tua yang rela menabung dan menyisakan duit anggaran Rumah Tangga demi membeli televisi yang relatif berukuran besar dengan kualitas tinggi. Sementara mereka menyekolahkan anaknya di sembarang sekolah. Yang penting judulnya ’sekolah’. Mau diajarin nyanyi, mau diajarin ngerumpi, mau dididik jadi teroris, yang penting tidak malu sama tetangga. Masih syukur diterima di sekolah, mengapa demikian? Jawabannya seperti yang di jelaskan Barker tentang Televisi yang merupakan sumber pengetahuan populer mengenai dunia dan semakin membuat kita berhubungan, meski secara termediasi, dengan berbagai cara hidup orang-orang di luar tempat kelahiran kita (Barker, 2005:341).

Dengan adanya televisi, saat ini banyak stasiun televisi yang memang sangat mendunia seperti BBC dan CNN, dapat dijadikan media diplomasi dalam negara yang mempunyai kepentingan, dan dengan adanya stasiun televise yang mendunia tersebut banyak hal yang yang negative kalau dilihat dari sisi kepentingan negara yang berusaha untuk mempropaganda negara lain melewati media komunikasi tersebut, karena memang banyak di konsumsi oleh orang dimanapun mereka berada, apalagi sejak adanya perang perang di Irak karena menurut saya sendiri itu adalah invasi tanpa adanya alasan yang pasti, dan yang dapat menjadikan orang percaya akan hal tersebut karena Amerika dengan media BBC itu berusaha untuk meyakinkan orang akan kepentingannya di Irak dengan alasan demokrasi dan ke otoriteran pemimpin, padahal kalaupun di lihat dari aspek ideologinya sangatlah tidak bisa diterima oleh akal, karena mengapa Amerika hanya menyerang Irak? Walaupun masih banyak negara lainnya yang juga tidak demokratis dan otoriter?, jadi asumsi saya adalah pertama kita mengenal kawasan timur-tengah adalh kawasan yang akan minyak dan Amerika sendiri adalah konsumen minyak terbesar, jadi dapat di asumsikan kepentingannya adalah minyak, tapi dengan adanya media tersebut Amerika dan BBC nya dapat mendoktrin orang sehingga dapat percaya akan alasan mereka menginvasi negara Irak, hal itulah yang kita kenal dengan propaganda media.

Perang adalah propaganda. Sesuatu yang umum bagi musuh untuk menyebarkan propaganda dan dengan pelbagai macam cara akan membenarkan agresi yang mereka lakukan. Ironisnya, kaum muslimin masih banyak yang mengandalkan media kuffar dan tertipu oleh propaganda musuh melawan Mujahidin dan aktifis Islam . Karena dengan adanya propaganda tersebut muncullah media timur-tengah yang lebih berpihak pada timur-tengah yang kita kenal dengan sebutan Al-Jazeera, yang berusaha meliput berita dan informasi yang obyektif sehingga dapat kita konsumsi akan kebenarannya bukan karena kepentingannya, hal itu pulalah yang dapat membuat pihak Amerika menjadi merah padam karena muncul masalah yang dapat menjadi musuh, karena dengan musuh media Amerika yang berusaha meyakinkan masyarakat dunia akan invasi mereka menjadi mush bagi mereka, karena adanya media lain yaitu Al-Jazeera yang keanyakan bertolak belakang dengan usaha Amerika untuk meyakinkan masyaraka dunia, sehingga yang awalnya Masyarakat dunia dapat menerima karena doktrin media tersebut walaupun masyarakat juga agak merasa ragu akan pemberitaan mereka, sehingga dengan adanya Al-Jazeera masyarakat dunia dapat berfikir dua kali untuk percaya kepada pemberitaan Amerika, dan tidak menutup kemungkinan masyarkat dna negara-negara lain menjadi benci dan memusuhi Amerika.

• Pembahasan

 Sejarah dan Pemilik Modal Al-Jazeera

Awal mula ide dan konsep pendirian Al-Jazeera diungkapkan oleh Sheikh Hamad adalah pada Agustus 1994, ketika ia masih menjabat sebagai Putra Mahkota dengan asumsi suatu media dapat menjadikan alat diplomasi yang saat ini juga dapat dijadikan alat tawar-menawar dalam bernegosiasi dengan negara-negara lain , dan Persiapan pembuatannya sendiri dimulai pada Februari dan Maret 1995 dengan menyajikan tayangan hiburan dan berita, tetapi berubah menjadi stasiun televisi berita, sehingga pada tahun stasiun televisi asal Qatar dengan motto “Being The Channel of The Opinion and The Other Opinion”. Al Jazeera lahir dan berkembang di Arab. Sebuah wilayah dengan rezim yang sudah lama dikenal tidak ramah terhadap kebebasan pers dan kemerdekaan berbicara. televisi ini didanai penguasa Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani.

Al Jazeera (الجزيرة yang berarti “pulau” atau “jazirah”) adalah stasiun televisi berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar . Saat setelah diresmikannya stasiun televisi tersebut menjadi pembobol budaya timur –tengah dengan menyajikan tema pemberitaan tentang demokrasi dan HAM (Hak Asasi Manusia) sehingga kontroversial bagi negara-negara Timur-Tengah seperti arab Saudi karena Al-jazeera membincangkan tentang rezim Arab,hukum Islam (Syari’ah) termasuk poligami, gender, sampai pada dengan hal-hal yang selama ini disembunyikan oleh media Barat pada umumnya, dan lain-lain.

Saat adanya tragedi 11/9 tersebut dimana gedung kembar WTC (World Trade Center) yang menjadi gedung terbesar di AS di uluh lantahkan oleh teroris yang sampai saat ini tidak ada kejelasan siapa yang menjadi aktor di balik tragedi tersebut, walaupun awalnya AS menyatakan yang ada di bali tragedy tersebut adalh Muslim yang fundamental dan hal itu di tujukan kepada Osama Bin Laden, sehingga dengan adnya pemberitaan tersebut muncul konflik antara AS dan Muslim dunia, karena dengan pernyataannya tersebut dapat memunculkan ketakutan orang barat terhadap orang Islam atau yang biasa kita sebut (Islamphobia) yang dapat di artikan sebagai ketakutan terhadap orang Islam, hal itulah yang dapat kita kembalikan pada media yang menjadi alat propaganda. Sehingga Al-Jazeera menjadi aktor penting dalam persaingan media internasional.

 Konten dan Sifat Pemberitaan

Pada 15 November 2006 saluran Al Jazeera berbahasa Inggris mulai mengudara Selain saluran berita utama, karena yang berawal fokus akan konten pemberitaan yang berawal mula menyajikan tayangan hiburan dan berita, tetapi berubah menjadi stasiun televisi yang fokus pada konten pemberitaan khususnya fenomena global yang lagi “panas-panas”nya sehingga setelah 10 tahun Al Jazeera juga mengoperasikan beberapa saluran TV khusus lainnya, antara lain Al Jazeera English yang menyiarkan berita menggunakan bahasa Inggris, Al Jazeera Sports yang memberitakan berita tentag olah raga, Al Jazeera Live yang penyiarannya secara langsung sperti saat adanya perang di alestina dan acara-acara lainnya, dan Al Jazeera Children’s Channel yang memberikan tayangan bagi anak-anak. Selain itu, Al Jazeera juga mengoperasikan situs web berita berbahasa Arab dan Inggris.

Al-Jazeera disejajarkan dengan media sekelas CNN dan BBC karena Al-Jazeera menggunakan nilai-nilai demokrasi dalam pemberitaannya, meskipun pada kondisi tertentu tetap mewakili kepentingan negara induknya yaitu Qatar, Al Jazeera sedikit banyak tetap mewakili sensibilitas publik Timur Tengah karena adanya propaganda dari media lain seperti BBC dan CNN, karena seperti yang telah di jelaskan dalam Deddy dalam bukunya tentang Komunikasi Internasional Menjelaskan tentang perspektif media propaganda yaitu suatu media yang bertujua untuk menanamkan suatu pemikiran (doktrin) sehingga dapat mempengaruhi cara pandang dan gagasan masyarakat kedalam pemikirannya, karena itu mererupakan instrumen terampuh untuk memberikan pengaruh.

Jadi dengan adanya stasiun televisi Al-Jazeera tersebut dapat menjadikan propaganda tersebut hancur dengan pemberitaan yang bersifat obyektif dari Qatar tersebut. Karena sifatnya yang Independent, Al-Jazeera juga masih ada control dari pemerintah Qatar sendiri, tapi walaupun adanya kontrok pemerintah stasiun Televisi ini sangatlah berpengaruh di timur-tengah seperti yang di ungkapkan Lebaron (Duta Besar AS untuk Qatar).

Kemampuan Al-Jazeera dalam membentuk opini publik di Timur Tengah adalah sumber penting bagi peningkatan pengaruh Qatar, sehingga sangat sulit untuk dilepaskan. Lebih jauh, jaringan televisi ini dapat digunakan untuk meningkatkan hubungan. Contohnya, liputan yang positif mengenai Kerajaan Arab Saudi telah berhasil memfasilitasi rekonsiliasi Qatar-Saudi selama beberapa tahun,” ujarnya .

• Kesimpulan

Setelah apa yang telah dibahas di atas saya menyimpulkan tentang dampak adanya stasiun televisi Al-Jazeera di kawasan yang kita kenalbanyak konflik yaitu timur-tengah dapat dijadikan sebagai tembok dari propaganda media barat yang bertujuan untuk memenuhi kepentingannya sendiri, tapi karena adanya Al-Jazeera propaganda tersebut tidak mudah untuk mempengaruhi masyarakat khususnya Timur-tengah dan dapat meminimalisir adanya pengaruh dari hegemoni Amerika yang mempunyai tujuan tertentu di kawasan Timur-tengah.

Daftar Pustaka

Deddy Djamaluddin Malik dkk, 1993, Komunikasi Internasional, Bandung, Remaja Rosdakarya.

tinggal kan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s