Cara Membuat Scroll Sidebar di WordPress


Assalamualaikum Temen Temen Selamat telah mampir ke blog saya

Bingung Mau buat posting apa dan akhirnya sy  mendapat ide untuk Posting Scroll Sidebar sya pikir tutor ini cukup penting bagi teman teman pemula blog baik langsung aja kita ke TKP Continue reading

Advertisements


                                               APAKAH YESUS TUHAN ATAU NABI

seorang bertanya jika islam menyuruh umatnya mengimani Nabi muhmmad SAW

dan umat Kristiani di suruh mengikuti ajaran Yesus maka ia akan hidup abadi

dan seperti yang difirmankan dalam alquran keduanya adalah rasul tuhan

orang itu ingin dimana yesus berbuat kesalahan dimana dia tidak dapat menyelamatkan orang orang.?

jawabannya memng benar muhaamad adalah rasul  dan juga yesus adalah rasul akan tetapi dalam islam hanya muhammad lah yang bisa memberikan pertolongn pada umatnya….

apakah yesus memiliki kesalahan jwabannya tidak yesus tidak pernah meiliki kesalahan menurutku yesus adalah saah satu rasul besar tuhan

ketika yesus berkata akulah jalan dan kebenaran dan hidup. tidak ada seorangpun yang datang kepada bapa, kalau tidak melalui aku itu benar.

itu berarti i adalah rasul tuhn begitu juga Muhammad juga berkata begitu.

pada masa Yesus  menurut ( Gospel Yohannes 14 :6 ) yesus berkata akulah jalan dan kebenaran dan hidup tidak ada seorangpun datang kepada bapa jika tidak melalui aku ini berarti jika kau mengikuti ajaran yesus makka kau akan pergi ke bapamu berarti kau akan masuk surga, kehidupan abadi adalah surga tapi yesus juga berkata sebab jikalau aku tidak pergi . penghibur itu tidak akan datang kepadmu (Yohanes 16:7) tetapi apabila DIA datang yaitu roh kebenaran, ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran  (Yohanes 16:13) sebenarnya ayat ini membicarakan tentang nabi Muhammad SAW. Jadi hari ini sebagai seorang kristen

jika kita benar benar mencintai yesus maka kamu haru mengikuti  ajaran nabi muhammad  SAW

jadi yesus tidak pernh berbuat salah , gereja lah yang salah yang mengatakan bahwa yesus adalah tuhan. hal ini dikuatkan dalam Gospel Yohanes 14:28. Bapa lebih besar dari aku, bapa lebih besar dari siapapun (Yohanes 10:29). aku mengusir tuhan dengan kuasa roh Allah (matius 12:28). aku mengusir setn dengan kuasa Allah ( Lukas 11:20).

aku tidak dapat berbuat apa apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar dan penghakimanku adil

sebab aku tidak menuruti kehendaku sendiri melaikan kehendak dia yang mengutusku ( Yohannes 5:30). siapapun yang berkata aku tidak berkehendak sendiri melainkan d   ari kehendak  tuhan adalah muslim. yesus adalah seorang Muslim dia tidak pernah mengaku sebagai Tuhan

hal ini disebutkan dalam (Kisah Para Rasul 2:22) hai orang orang israel dengarkan perkataan ini : Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan  yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan dan  mukjizat dan tanda- tanda  yang dilakukan dengan perantaraan allah di tengah tengah kamu seperti yang kamu tahu.

Jadi yesus tidak pernah mengaku sebagai tuhan, jadi ini pemahaman yang salah dari kita trhadap bible..

Islam sebenarnya lebih kristen dari pada orang kristen sendiri

Yesus berkata dalam gospel matius 5:17-20  ”janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi, aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya sesungguhanya  selama bulan lenyap langit dan bumi ini satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi  karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain ia akan menduduki tempat yang paling rendah didalam kerajaan surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum taurat ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam kerjaan surga, jika hidup keagaamanmu tidk lebih benar daripada hidup keagaamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi sesungguhnya kamu tidak akan masuk kedalam kerajaan surga.

Jadi yesus kristus berkata kau tidak boleh meniadakan satu hukum pun dalam perjanjian lama.

Disebutkan dalam perjanjian lama dalam Injil Imamat 11:7-8  :jangan makan babi” buka link ini (http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Im&chapter=11&verse=7 )

Dalam bilangan 14: 8 jangan makan babi dalam yesaya 65: 2-5 jangan makan babi   

Orang kristen makan daging babi sementara islam tidak

Dalam efesus 5: 18 dan (http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Ef&chapter=5&verse=18)

Amsal 20:1 kau tidak boleh mabuk dengan anggur (http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Ams&chapter=20&verse=1)

Umat islam tidak minum alkohol tapi kristen minum  alkohol. Yesus Kristus menyebutkan dalam Gospel Lukas bahwa dia disunat pada hari kedelapan, umat Muslim disunat, tapi mayoritas umat Kristen tidak disunat. Jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus Kristus, maka umat Muslim lebih Kristen daripada umat Kristen sendiri. Kami mencintai Yesus Kristus, kami menghormatinya, kami mengikutinya, tapi kami tidak menyembahnya, karena dia adalah rasul Tuhan dan bukan Tuhan.

{Gospel Yohanes 16:12-14, Yesus ‘alaihissalam berkata: “Masih banyak hal yang harus ku katakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila ia datang, yaitu Roh Kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya ia akan memuliakan aku”. Siapa yang dimaksud Yesus Kristus ‘alaihissalam disini?

Siapa? Apakah kau telah mempelajari Bible-mu?”

jawab: “Dia  membicarakan tentang roh kudus”

“Oke, sangat bagus. Itu berarti kau tahu tentang Bible-mu. Kau mengatakan bahwa yang dimaksud disini adalah roh kebenaran, yaitu Yesus membicarakan roh kudus. Bacalah beberapa ayat sebelumnya. Gospel Yohanes 16:7 menyebutkan “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Syarat agar roh ini datang adalah Yesus Kristus harus pergi, “Jika aku pergi, maka aku akan mengutus dia kepadamu”. Roh kudus sudah ada sebelum Yesus Kristus datang, roh kudus juga ada selama Yesus Kristus ada, dia telah ada dirahim Elizabeth, dia ada ketika Yesus dibaptis, jadi bagaimana mungkin penolong itu adalah roh kudus?. Yesus Kristus berkata: “Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus dia kepadamu, jadi syarat agar roh kebenaran itu datang adalah Yesus Kristus harus pergi. Ketika Yesus Kristus ada, Penghibur itu tak akan datang. Roh kudus telah ada ketika Yesus ada, jadi bagaiman mungkin nubuat ini merujuk pada roh kudus, saudara ku? Dapatkah kau membantu ku memahami Bible? Ini tidak merujuk pada roh kudus. Ini merujuk pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan nubuat ini juga disebutkan dalam Perjanjian Lama. Dalam Ulangan 18:18, Ulangan 18:19, Yesaya 29:12, Kidung Agung 5:16. Di Perjanjian Baru Gospel Yohanes 14:16, Yohanes 15:26, Yohanes 16:7, Yohanes 16:12-14, semua ayat ini membicarakan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku telah memberikan ceramah tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Bible. Sekarang aku bertanya pada mu, jika kau beriman pada Bible, ketika Yesus Kristus menubuatkan kedatangan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa kau tidak mempercayai Yesus bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir. Kenapa? Itu artinya kau hanya mengimani setengah ajaran Yesus Kristus, tidak beriman penuh”

penanya : “Karena ayatnya mengatakan “Aku akan mengirimkan seorang Penghibur”, dia tidak pernah menyebutkan nama seseorang disana.

penjawab : “Oke, dalam Kidung Agung 5:16, aku mengutipnya dalam bahasa Ibrani “ikkōw mamaqqî, wəḵullōw maămaddîm zeh ōwî wəzeh rê’î bənōw yərūšālim”, namanya disebutkan dengan penuh penghormatan. Mereka berkata bahwa “Segala sesuatu padanya menarik hai putri-putri Yerussalem”. Namanya disebutkan dalam Perjanjian Lama Kidung Agung 5:16. Sekarang apakah kau beriman?”

penanya: “Aku harus mempelajarinya”

Penjawab: “Kau harus bertanya pada gereja terlebih dahulu?”

penanya: “Bukan, bukan gereja”

Penjawab: “Siapa yang akan kau tanyai?”

penanya: “ Aku akan mempelajarinya sendiri”

Penjawab: “Berapa lama sampai kau selesai mempelajarinya?”

penanya: “Oke, malam ini”

Penjawab: “Malam ini? Baiklah. Aku akan pergi besok. Jadi besok pagi, kau dapat meminta panitia untuk menghubungiku. Oke? Jika kau tak dapat buktikan, maka kau masuk Islam, jika kau dapat buktikan bahwa Yesus itu Tuhan, maka aku yang akan masuk Kristen. Jika kau tak dapat buktikan, kau masuk Islam”

 

Aplikasi Teori Dalam Penelitian Kuantitatif


BAB I
PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian (kuantitatif) adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dangeneralisasi-generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian. Setiap penelitian yang kita laksanakan haruslah berlandaskan pada teori yang sesuai dengan topik atau permasalahan yang kita teliti agar penelitian yang kita lakukan mempunyai dasar yang kuat dan tidak sekedar asal-asalan.
Semua penelitian adalah bersifat ilmiah, oleh karena itu seorang peneliti harus berpegang pada teori.

Teori dapat kita peroleh dengan membaca dan menelaah setuntas mungkinberbagai buku, jurnal ilmiah, majalah, tesis dan sumber-sumber lain yang sesuai agar kitadapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkang kita selanjutnya.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penyusun merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa pengertian teori?
  2. Apa kegunaan teori dalam penelitian ?
  3. Apa fungsi teori ?
  4. Apa deskripsi teori ?
  5. Contoh aplikasi teori dalam penelitian ?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan pembahasan makalah ini adalah

  1. Untuk mengetahui pengertian teori
  2. Mengerti kegunaan teori dalam penelitian
  3. Mengetahui fungsi teori
  4. Mengerti deskripsi teori
  5. Untuk mengetahui contoh aplikasi teori dalam penelitian.

 

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TEORI

Teori adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan yang sistematis dalam gejala sosial maupun natura yang ingin diteliti. Teori merupakan abstaksi dari pengertian atau hubungan dari proposisi atau dalil. Kerlinger mengemukakan bahwa teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan gejala (fenomena) secara sistematis, merinci hubungan antara variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut.

Didalam definisi teori yang dikemukakan oleh Kerlinger diatas memang amat sulit untuk dicerna, tetapi definisi itu secara singkat melukiskan ciri-ciriteori sebagai berikut :

  1. Teori terdiri dari proposisi-proposisi.
  2. Konsep dalam proposisi telah dibatasi pengertianya secara jelas.
  3. Teori harus mungkin diuji, diterima atau ditolak kebenaranya.
  4. Teori harus dapat melakukan prediksi.
  5. Teori harus dapat melahirkan proposisi-proposisi tambahan yang semula tidak diduga.

Markmembedakan adanya tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakann antara lain:

  1. Teori yang deduktif, memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu kearah data akan diterangkan.
  2. Teori yang induktif, cara menerangkan adalah dari data kearah teori.
  3. Teori yang fungsional, disini nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis.

Labovitz dan Hagedorn juga menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataan-pernyataan relasional tertentu saling terkait.  Misalnya, mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. Dengan demikian, teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang  sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau  sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu.

Merriam mengelompokkan teori kedalam tiga jenis. Pertama, Grounded Theory, menjelaskan kategori besar fenomena dan paling banyak ditemukan di ilmu pengetahuan alam. Kedua, Middle Range Theory, termasuk antara hipotesa pekerjaan kecil kehidupan sehari-hari dan teori besar secara keseluruhan. Ketiga, Substantive Theory, terbatas pada suatu masalah tertentu.

Esensi (inti) definisi teori ialah bahwa teori itu haruslah menjelaskan adanya hubungan antarvariabel yang satu dengan variable yang lain. Hubungan antarvariabel itu harus memperlihatkan sifat ilmiah teori yaitu sifat logis dan bukti empiris.oleh karena itu, suatu teori ilmiah harus menjelaskan hubungan logis antarvariabel dan hubungan logis tersebut harus dapat dibuktikan secara empiris.

 

B. KEGUNAAN TEORI DALAM PENELITIAN

 

Teori dalam penelitian kuantitatif menjadi factor yang sangat penting dalam proses penelitian itu sendiri. Pada penelitian kuantitatif teori digunakan untuk menuntun peneliti menemukan masalah penelitian, menemukan hipotesis, menemukan konsep-konsep, menemukan metodologi, dan menemukan alat-alat analisis data.karena itu amat penting teori dibicarakan dalam setiap pembahasan penelitian kuantitatif mengingat perananya yang dominan itu. Melihat pentingnya kedudukan teori dalam penelitian kuantitatif, maka sebuah keharusan setiap peneliti untuk mamahami teori dan mengerti kedudukanya dalam penelitian.Teori juga merupakan sebagai alat penolong teori. Sebagai alat dari ilmu, teori mempunyai peranan sebagai :

  1. Teori mendefinisikan orientasi utama dari ilmu dengan cara memberikan definisi terhadap jenis-jenis data yang akan dibuat abstraksinya.
  2. Teori memberikan rencana (scheme) konsepsual, dengan rencana mana fenomena-fenomena yang relevan disistematiskan, diklasifikasikan, dan dihubung-hubungkan.
  3. Teori member ringkasan terhadap fakta dalam bentuk generalisasi empiris dan sistem generalisasi.
  4. Teori memberikan prediksi terhadap fakta
  5. Teori memperjelas celah-celah dalam pengetahuan kita.

 

C. FUNGSI TEORI

Teori mempunyai peranan yang sangat besar dalam penelitian,karena teori membantu peneliti dalam menentukan tujuan dan arah penelitian dan dalam memilih konsep-konsep yang tepat guna dalam pembentuka hipotesis-hipotesisnya. Dari definisi diatas Fungsi teori adalah

  1. Sebagai identifikasi awal dari masalah penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah, dan ketidak sesuaiannya dengan penelitian-penelitian terdahulu. Fungsi ini memberikan suatu kerangka konsepsi penelitian dan memberikan alasan perlunya penyelidikan.
  2. Untuk mengumpulkan semua konstruk atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian. Kemudian melalui teori kita dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang terinsi sebagai pokok masalah penyelidikan.
  3. Untuk menampilkan hubungan antara variable-variabel yang telah diselidiki. Melalui proses ini kita dapat membandingkan topik penelitian dengan penemuan-penemuan terdahulu.

Sementara itu, Sugiyono (2007) mengemukakan bahwa secara umum teori mempunyai tiga fungsi, yaitu: pertama, menjelaskan (explanation). Digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruk variable yang akan diteliti. Kedua, meramalkan (prediction). Digunakan untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat prediktif. Ketiga, pengendalian (control). Digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah.
Menurut Koentjaraningrat (1981:19) mempunyai fungsi-fungsi : Pertama, menyimpulkan generalisasi-generalisasi dari fakta-fakta hasil pengamatan, artinya merupakan kesimpulan induktif

D. DESKRIPSI TEORI

Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Teori yangdigunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang, pendapat penguasa, tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. Jumlah kelompok teori yang perlu dideskripsikan tergantung pada luasnya permasalahan dan pada jumlah variable yang diteliti. Kalau variable yang diteliti ada enam, maka jumlah teori yang dikemukakan juga ada enam.
Deskripsi teori berisi tentang penjelasan terhadap variable-variabel yang diteliti melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabelyang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah.
Pendeskripsian teori akan memberikan gambaran apakah peneliti menguasai teori dan kontek yang diteliti atau tidak.
Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut:
1. Tetapkan nama variable yang diteliti, dan jumlah variabelnya.
2. Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedi, journal ilmiah, laporan penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi)yang sebanyak-banyaknyadan yang relevan dengan setiap variable yang diteliti.
3. Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variable yang akan diteliti . (untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian, lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sample sumber data, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran yang diberikan).
4. Cari definisi setiap variable yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih definmisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
5. Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variable yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkandan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
6. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kedalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan.

E. CONTOH APLIKASI TEORI

Dalam praktik pemilihan teori-teori sangat tergantung dari perspektif periset .diantaranya adalah

  1. Model Peluru (Komunikasi satu langkah)

Model ini berasumsi bahwa kopmponen-komponen komunikasi ( komunikator, pesan, media.) mepunyai pengaruh yang luar biasa dalam mengubah sikap dan perilaku khalayak. Disebut peluru karena seakan-akan komunikasi ditembakan kepada khalayak dan khalayak tidak bisa menghindar. Proses ini juga sama dengan sebuah jarum sutik yang di suntikan ke tubuh pasien ( hypodermic neddle teory ).

  1. Model Uses dan Gratifications

Inti teori Uses dan Grtification adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap memenuhi motif khalayak. Jika motif ini terpenuhi maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu memenuhi kebutuhan khalayak disebut media yang efektif

  1. Model Agenda Setting

Teori ini berasumsi bahwa media mempunyai kemapuan mentransfer isu untuk memengaruhi agenda public. Khalayak akan menganggap suatu isu itu penting karena media menganggap isu itu penting juga (griffin,2003:490) . teori agenda setting mempunyai kesamaan dengan teori peluru yang menganggap media mempunyai kekuatan memengaruhi khalayak. Bedanya teori peluru memfokuskan pada sikap (afektif ), pendapat atau bahkan perilaku. Agenda setting menfokuska pada kesadaran dan pengetahuan (kognitif).
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kerlinger mengemukakan bahwa teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan gejala (fenomena) secara sistematis, merinci hubungan antara variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut
Kegunaan teori dalam kegiatan penelitian adalah: teori membatasi cakupan fakta yang harus kita pelajari, teori dapat digunakan untuk meramalkan fakta lebih lanjut yang harus ditemukan, teori sebagai stimulan dan panduan untuk mengembangkan pengetahuan dan teori mengidentifikasi factor yang rumit
Fungsi teori adalah sebagai identifikasi awal dari masalah penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah, dan ketidak sesuaiannya dengan penelitian-penelitian terdahulu, untuk mengumpulkan semua konstruk atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian dan untuk menampilkan hubungan antara variable-variabel yang telah diselidiki.
Sementara itu; Sugiyono (2007) berpendapat bahwa teori secara umum mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi menjelaskan, fungsi meramalkan dan fungsi pengendalian.
Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variable yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan, dan penyusunan instrumen penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Sevilla, Consuelo G, dkk, Pengantar Metode Penelitian, Jakarta: UI Press, 1993.
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2001.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2007.

 

contoh proposal penelitian kuantitatif


contoh proposal penelitian kuantitatif

  1. Judul Penelitian

Pengaruh Game Online dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

 

  1. Latar Belakang

Game online merupakan sebuah gaya hidup baru bagi beberapa orang disetiap kalangan umurnya. Sekarang ini banyak kita jumpai warung internet (warnet) dikota ataupun di desa-desa dan mereka memfasilitasi akan adanya game online tersebut. Komputer (PC) yang mempunyai spesifikasi untuk game bukanlah komputer yang biasa dan sering kita pakai, harga komputer tersebut lebih mahal dari pada komputer biasa. Terlebih lagi koneksi internet untuk sebuah game online juga harus memadai. Jika kita lihat dari modal untuk sebuah “Game Center” yaitu tempat bermain khusus game online cukup besar, Realita pada masyarakat kita dikota maupun didesa game center sangat mudah kita jumpai dan keberadaannya menjadi candu bagi beberapa orang.

Dalam perspektif sosiologi orang yang menjadikan game online sebagai candu, cenderung akan menjadi egosentris dan mengedepankan individualis. Hal ini berbahaya bagi kehidupan sosial individu tersebut, mereka dengan sendirinya menjauh dari lingkungan sekitar dan dimungkinkan akan memarjinalkan diri sehingga beranggapan bahwa kehidupanya adalah di dunia maya dan lingkungannya sosialnya hanya pada dimana tempat dia bermain game tersebut. Banyak diantara mereka dari golongan pelajar sekolah dasar sampai jenjang perguruan tinggi, baik dari status dan golongan ekonomi menengah keatas sampai menengah kebawah.

Problematika motivasi belajar pada peserta didik sekarang ini semakin kompleks termasuk candu game online yang berkembang pada dinamika masyarakat kita khususnya Indonesia. Asumsi yang ada motivasi belajar dapat dilihat dengan prestasi dan perspektif kognitif dari peserta didik, baik pelajar sekolah dasar atau mahasiswa perguruan tinggi. Status yang ada tidak banyak menimbulkan perbedaan akan motivasi belajar hal ini menjadi sebuah kecenderungan bahwa kesadaran akan motivasi belajar tidak hanya dilihat dari aspek umur dan status tetapi juga dilihat dari gaya hidup masing masing individu.

Paradigma dalam sebuah perkembangan tekhnologi adalah untuk membantu dan menstimulus motivasi belajar baik aspek kognitif maupun psikomotor para peserta didik di era modernisasi sekarang. Tetapi faktanya perkembangan tekhnologi dan adanya game online membuat arus balik sehingga mayoritas para pecandu game online menurunkan motivasi belajar mereka. Termasuk peserta didik (mahasiswa) di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.

 

 

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dianalisis identifikasi masalahnya meliputi:

  1. Intensitas bermain game online dapat mempengaruhi motivasi belajar
  2. Domisili setiap orang tidak mempagaruhi motivasi belajar terkait dengan candu game online
  3. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membangun motivasi belajar
  4. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang diperoleh oleh penulis maka adapun batasan dalam penelitian ini lebih menitikberatkan pada pengaruh game online terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Peneliti lebih membahas mengenai candu game online meliputi:

  1. Intensitas bermain game online mahasiswa terhadap motivasi belajarnya.
  2. Pengaruh lingkungan sosial game center terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.
  3. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan dan identifikasi masalah yang telah ditentukan oleh penulis maka rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi:

  1. Bagaimana pengaruh intensitas bermain game online terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta?
  2. Bagaimana pengaruh lingkungan sosial game center terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta?
  3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang ada yakni:

  1. Untuk Mengetahui bagaimana pengaruh intensitas bermain game online terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.
  2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan sosial game center terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.
  3. Manfaat Penelitian

Adapula manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:

  1. Manfaat Teoritik
  2. Untuk menambah referensi terhadap kajian sosiologi terkait dengan candu game online dan lingkungan sosial game center.
  3. Sebagai bahan acuan dan referensi pada penelitian sejenis yang dilakukan dimasa yang akan datang.
  4. Manfaat Praktis
  5. Menambah pemahaman masyarakat umun mengenai pengetahuan sosial agar meningkatkan mutu pendidikan masyarakat dengan perkembangan tekhnologi.
  6. Memberikan pemahaman akan pengaruh game online dan dampak lingkungan sosial game center terhadap motivasi belajar mahsiswa.

 

  1. Kajian Teori

 

  1. Kajian Tentang Motivasi

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli – Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan  sesuatu. Menurut Sardiman 2006:73) motif merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegaiatan untuk mencapai tujuan.

Definisi Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Hamalik, 1992:173). Dalam Sardiman (2006:73) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorangyang ditandai dengan munculnya “felling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Menurut Mulyasa (2003:112) motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. Seorang siswa akan belajar bila ada faktor pendorongnya yang disebut motivasi.

Dimyati dan Mudjiono (2002:80) mengutip pendapat Koeswara mengatakan  bahwa siswa belajar karena didorong kekuatan mental, kekuatan mental itu berupa keinginan dan perhatian, kemauan, cita-cita di dalam diri seorang  terkadang adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Dalam motivasi belajar dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka pemenuhan harapan dan dorongan dalam hal ini adalah pencapaian tujuan.

Fungsi motivasi

Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melaksanakan aktivitas belajar. Motivasi diperlukan dalam menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Menurut Djamarah (2002 : 123) ada tiga fungsi motivasi:

  • Motivasi sebagai pendorong perbuatan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk mempengaruhi sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.
  • Motivasi sebagai penggerak perbuatan. Dorongan psikologis melahirkan sikap terhadap anak didik itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung,yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik.
  • Motivasi sebagai pengarah perbuatan. Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan.

Menurut Hamalik (2003:161) fungsi motivasi adalah :

  • Mendorong timbulnya suatu kelakuan atau perbuatan. Tanpa adanya motivasi maka tidak akan timbul perbuatan seperti belajar
  • Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan yang diinginkan.
  • Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Motivasi berfungsi sebagai mesin dalam mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan.

 

 

Menurut Sardiman (2006:85) ada 3 fungsi motivasi :

v  Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.

v  Menentukan arah perbuatan, yaitu kearah tujuan yang hendak dicapai

v  Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan tujuan-tujuan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Dengan adanya usaha yang tekun dan didasari motivasi maka siswa akan belajar dengan baik dan prestasi belajar akan optimal.

Jenis motivasi

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002:86) motivasi sebagai kekuatan mental individu memiliki 2 jenis tingkat kekuatan, yaitu:

  1. Motivasi Primer

Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar, motif dasar tersebut berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Dimyati mengutip pendapat Mc.Dougal bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan dan perasaan subjektif dan dorongan mencapai kepuasan contoh mencari makan, rasa ingin tahu dan sebagainya.

 

  1. Motivasi sekunder

Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari,motif ini dikaitkan dengan motif sosial, sikap dan emosi dalam belajar terkait komponen penting seperti afektif, kognitif dan kurasif, sehingga motivasi sekunder dan primer sangat penting dikaitkan oleh siswa dalam usaha pencapaian prestasi belajar.

 

Sifat motivasi

Dalam menumbuhkan motivasi belajar tidak hanya timbul dari dalam diri siswa tetapi juga berasal dari luar siswa.Yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Dimyati dan Mudjiono, 2002:90).

  1. Motivasi Intrinsik

Adalah motivasi yang timbul dari dalam diri pribadi individu itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar individu. Contoh: seorang siswa mempelajari sebuah buku pelajaran karena ia termotivasi untuk mengetahi isi atau bahan beripa pengetahuan yang ia dapatkan.

  1. Motivasi Ekstrinsik

Adalah dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada diluar perbuatan yang dilakukannya. Ia mendapat pengaruh atau rangsangan dari luar, contoh: Ia belajar karena terdorong oleh orang lain, karena takut mendapatkan hukuman.

Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik sangat penting bagi siswa dalam proses belajar, dengan timbulnya motivasi intrinsik dapat menimbulkan semangat belajar yang tinggi. Motivasi ekstirnsik dapat berubah menjadi intrinsik tanpa disuruh orang lain.Ia termotivasi belajar dan belajar sungguh-sungguh tanpa disuruh oleh orang lain (Monks, dalam Dimyati, 2002:91).

Teori motivasi

Menurut Sri Mulyani seperti dikutip  oleh Darsono (2000:62) teori motivasi dibagi menjadi tiga yaitu: motif berprestasi, motif berafiliasi dan motif berkuasa. Dalam Dimyati mengutip pendapat Maslow (2002:80), mengemukakan kebutuhan akan motivasi berdasarkan 5 tingkatan penting yaitu:

  • Kebutuhan fisiologis adalah berkenaan dengan kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, papan atau perumahan, pangan.
  • Kebutuhan akan perasaan aman adalah berhubungan dengan keamanan yang terkait fisik maupun psikis, bebas dari rasa takut dan cemas.
  • Kebutuhan sosial adalah diterima dalam lingkungan orang lain yaitu pemilikan harga diri, kesempatan untuk maju.
  • Kebutuhan akan penghargaan usaha menumbuhkan jati diri.
  • Kebutuhan untuk aktualisasi diri adalah kebutuhan individu menjadi sesuatu yang sesuai kemampuannya.

Kebutuhan-kebutuhan ini hendaknya dapat dipenuhi siswa. Siswa yang memiliki kebutuhan akan motivasi , akan merasa nyaman dalam belajar, dapat giat dan tekun karena berbagai kebutuhannya dapat terpenuhi.

Ciri-ciri motivasi

Menurut Sardiman (2006 : 83) motivasi pada  diri seseorang itu memiliki ciri-ciri:

ü  Tekun menghadapi tugas

ü  Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)

ü  Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah

ü  Lebih senang bekerja mandiri

ü  Tidak cepat bosan terhadap tugas-tugas yang rutin

ü  Dapat mempertahankan pendapatnya

ü  Tidak cepat menyerah terhadap hal yang diyakini

ü  Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.

Apabila seseorang mempunyai ciri-ciri tersebut, berarti siswa mempunyai motivasi yang cukup kuat. Kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik jika siswa memiliki minat untuk belajar, tekun dalam menghadapi tugas, senang memecahkan soal-soal, ulet dalam mengatasi kesulitan belajar.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi

Menurut Max Darsono, dkk (2000:65) ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:

  1. Cita-cita atau aspirasi siswa

Cita-cita atau aspirasi adalah suatu target yang ingin dicapai.Cita-cita  akan memperkuat motivasi belajar.

  1. Kemampuan belajar

Dalam belajar dibutuhkan berbagai kemampuan.Kemampuan ini meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat dalam diri siswa, misalnya  penghematan, perhatian, ingatan, daya pikir, fantasi.

  1. Kondisi siswa

Siswa adalah makhluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik. Kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi belajar di sini berkaitan dengan kondisi fisik, dan kondisi psikologis. Seorang siswa yang kondisi jasmani dan rohani yang terganggu, akan menganggu perhatian belajar siswa, begitu juga sebaliknya.

  1. Kondisi lingkungan

Kondisi lingkungan merupakan unsur-unsur yang datang dari luar diri siswa. Kondisi lingkungan yang sehat, kerukuan hidup, ketertiban pergaulan  perlu dipertinggi mutunya dengan lingkungan yang aman, tentram, tertib dan indah, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.

  1. Unsur-unsur dinamis dalam belajar

Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannya dalam proses belajar mengajar tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah dan bahkan hilang sama sekali. Misalnya keadaan emosi siswa, gairah belajar, situasi dalam keluarga dan lain-lain.

 

 

  1. Upaya guru dalam pembelajaran siswa

Upaya yang dimaksud disini adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi,cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa, mengevaluasi hasil belajar siswa, dan lain-lain. Bila upaya-upaya tersebut dilaksanakan dengan berorientasi pada kepentingan siswa, maka diharapkan dapat menimbulkan motivasi belajar siswa.

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan kegiatan belajar.

Upaya  meningkatkan motivasi belajar siswa

Menurut Djamarah (2002:125) ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, antara lain :

  1. Memberi angka

Angka dimaksud adalah simbol atau nilai dari hasil akivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar di masa mendatang.

  1. Hadiah

Hadiah dapat membuat siswa termotivasi untuk memperoleh nilai yang baik. Hadiah tersebut dapat digunakan orang tua atau guru untuk memacu belajar siswa.

 

 

 

  1. Kompetisi

Kompetisi adalah persaingan. Persaingan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong siswa belajar.

  1. Ego-involvement

Menumbuhkan kesadaran siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Siswa akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.

  1. Memberi ulangan

Ulangan bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Siswa akan menjadi giat belajar jika mengetahui akan ada ulangan. Siswa biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan.Oleh karena itu, memberi ulangan merupakan strategi yang cukup baik untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajar  juga merupakan sarana motivasi.

  1. Mengetahui hasil

Dengan mengetahui hasil belajarnya, akan mendorong siswa untuk giat belajar. Dengan mengetahui hasil belajar yang meningkat, siswa termotivasi untuk belajar dengan harapan hasilnya akan terus meningkat.

  1. Pujian

Pujian adalah bentuk reinforcement positif sekaligus motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan siswa dalam mengerjakan pekerjaan sekolah  Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana menyenangkan, mempertinggi gairah belajar.

  1. Hukuman

Hukuman merupakan reinforcement negatif, tetapi jika dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif.

 

  1. Hasrat untuk belajar

Hasrat untuk belajar berati ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hasrat untuk belajar merupakan potensi yang ada dalam diri siswa. Motivasi ekstrinsik sangat diperlukan agar hasrat untuk belajar itu menjelma menjadi perilaku belajar.

  1. Minat

Minat  besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya.Proses belajar akan berjalan lancar jika disertai dengan minat. Minat dapat dibangkitkan dengan :membandingkan adanya kebutuhan, menghubungkan dengan persoalan penggalaman yang lampau, memberi kesempatan untuk emndapatkan hasil yang baik, menggunakan berbagai macam metode menggajar.

  1. Tujuan yang diakui

Rumusan tujuan yang diakui dan diterima oleh siswa merupakan alat motivasi yang cukup penting. Dengan memahami tujuan yang hendak dicapai, akan timbul gairah ntuk belajar.

Dari berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator dari motivasi dalam penelitian ini adalah :

v  adanya minat untuk belajar

v  tekun dalam menghadapi tugas

v  senang memecahkan soal-soal

v  ulet dalam mengatasi kesulitan belajar

 

  1. Game Online
  2. Pengertian Game dan Online game dalam penelitian

Menurut Webster Dictionary edisi tahun 1913 istilah game didefiniskan sebagai “A contest, physical or mental, according to certain rules, for amusement, recreation, or for winning a stake; as, a game of chance; games of skill; field games, etc.”

Pada ensiklopedia Wikipedia definisi game lebih mendalam:  “…is a recreational activity involving one or more players, defined by a) a goal that the players try to reach, and b) some set of rules that determines what the players can do. Games are played primarily for entertainment or enjoyment.”(http://en.wikipedia.org/wiki/Online_game).

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan ciri utama suatu permainan:

v  Ada tujuan akhir yang ingin dicapai sang pemain

v  Ada sejumlah aturan yang menentukan batas-batasan tindakan yang bisa dilakukan pemain

v  Tindakan pemain diluar batas-batasan tersebut akan dianggap sebagai tindakan curang.

v   Lebih lanjut lagi menurut Wikipedia definisi tentang permainan komputer:

A computer game is any sort of game that is played using a computer. The term is usually used in reference to games played using a personal computer.(http://en.wikipedia.org/wiki/Online_game)

Online Game jika diterjemahkan secara bebas adalah permainan online. Kata permainan memiliki arti sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan biasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama. Beberapa permainan ini tercipta di masa yang lalu, disebut dengan permainan tradisional, sedangkan di sisi lain beberapa permainan yang lebih akhir (dan biasanya menggunakan peralatan yang canggih) disebut permainan modern. Permainan online (online game) adalah jenis permainan video atau permainan komputer dengan menggunakanjaringan komputer, umumnya internet, sebagai medianya. Permainan online terdiri dari dua unsur utama, yaitu server dan clientServer adalah penyedia layanan gaming yang merupakan basis agar client-client yang terhubung dapat memainkan permainan dan melakukan komunikasi dengan baik. Suatu serverpada prinsipnya hanya melakukan administrasi permainan dan menghubungkanclient-client. Sedangkan client adalah pengguna permainan dan memakai kemampuan server.

 

  1. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang harus di uji kebenarannya. Arikunto (2006 :71) mengatakan bahwa hipotesis adalah suatu kesimpulan itu belum final, masih harus dibuktikan kebenaranya atau hipotesis adalah jawaban sementara. Hipotesis juga dapat dikatakan sebagai kesimpulan sementara suatu hubungan variabel dengan satu atau lebih variabel lainnya sehingga hipotesis dapat dikatakan sebagai suatu prediksi yang melekat pada variabel yang bersangkutan. Meskipun demikian, taraf ketepatan prediksi sangat tergantung pada taraf kebenaran dan ketepatan landasan teoritis.

Secara teknis, hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan mengenai populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian. Pernyataan tersebut mengindikasi asumsi dasar yang melekat pada populasi yang bersangkutan. Berdasarkan variabel yang ada dalam penelitian ini, maka hipotesis yang dapat diajukan adalah sebagai berikut.

  1. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara game online terhadap motivasi belajar.
  2. Terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara game online terhadap motivasi belajar.
  3. Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara game online terhadap motivasi belajar.
  4. Tidak terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara game online terhadap motivasi belajar.

 

 

 

 

 

 

  1. Metodologi Penelitian
  2. Desain Penelitian

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat pengaruh berganda, yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh dari dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi fakultas ilmu sosial universitas negeri yogyakarta.

Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, yang digunakan untuk mengumpulkan data prestasi akademik mahasiswa, yaitu dengan melihat data hasil studi pada semester yang telah dilalui subjek penelitian.

Pada penelitian ini pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan kuesioner dimana yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner minat belajar dan keikutsertaan bimbingan belajar. Kuesioner tersebut berisi identitas subjek yang terdiri dari nama, kelas, jenis kelamin, usia subjek dan tanggal pengisian kuesioner tersebut. Selain itu, kuesioner tersebut juga berisi skala minat belajar yang berbentuk skala Likert. Skala minat belajar ini disusun berdasarkan aspek-aspek motivasi belajar dari Frandsen (dalam Suryabrata, 2006), yaitu: adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas, adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju, adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru dan temanteman, adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan kooperasi maupun dengan kompetisi, adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran, dan adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir daripada belajar.

Validitas yang digunakan untuk menguji alat ukur dalam penelitian ini adalah validitas konstrak, yaitu salah satu tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap konstrak teoritis yang hendak diukur (Azwar, 2002). Uji validitas dalam penelitian iniakan dilakukan dengan menggunakan teknik Korelasi Product MomentPearson, yaitu dengan mengkorelasikan skor tiap-tiap item dengan skor total dalam skala. Sedangkan Uji reliabilitas dalam penelitian menggunkan Teknik Alpha Cronbach (Azwar, 2002). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda (multiple regression), yaitu untuk menganalisis pengaruh tingkat intelegensi dan motivasi belajar sebagai variabel independen terhadap variabel prestasi akademik sebagai variabel terikat.

 

  1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

 

  1. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan kurang lebih selama satu bulan, yaitu bulan desember 2013. Desain penelitian dengan pendekatan kuantitatif memberikan keuntungan pada kecepatan pengumpulan data. Hal ini dimanfaatkan peneliti agar dapat berfokus melaksanakannya dalam waktu yang seefisien mungkin.

 

  1. Populasi dan Sampel
  2. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karasteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi menggambarkan berbagai karakteristik subjek penelitian untuk kemudian menentukan pengambilan sampel. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka penentuan populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi fakultas ilmu sosial universitas negeri yogyakarta.

Mahasiswa-Mahasiswi Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakartatersebut menjadi populasi dalam penelitian ini namun tidak akan dipakai semuanya dalam penelitian ini mengingat minimnya waktu dan biaya peneliti oleh karena karena itu dipergunakan teknik sampling yang sesuai dengan kemampuan peneliti.

 

  1. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling. Teknik penelitian ini dimaksudkan agar peneliti lebih mudah dalam pengambilan data. Data tersebut diperbolehkan untuk digunakan sebagai refleksi keadaan populasi secara keseluruhan. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling. Teknik samplig ini dipandang peneliti dapat mempermudah pemilihan sampel secara acak namun atas dasar acuan tertentu. Acuan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan memilih secara acak dari daftar populasi yang diteliti yakni Mahasiswa-Mahasiswi Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Penggunaan formula empiris dipergunakan dalam menentukan subjek penelitian. Jumlah subjek ditentukan oleh banyaknya populasi yang ada. Rumus Sampling Fraction Per Cluster dituliskan sebagai berikut:

 

 

 

 

Kemudian didapat besarnya sample per cluster ni = fi x n
Keterangan :
fi          =          sampling fraction cluster
Ni        =          banyaknya individu yang ada dalam cluster
N         =          banyaknya populasi seluruhnya
n          =          banyaknya anggota yang dimasukkan sampel
ni         =          banyaknya anggota yang dimasukkan menjadi sub sampel

 

  1. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat pengaruh berganda, yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh dari dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa-Mahasiswi Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, yang digunakan untuk mengumpulkan data prestasi akademik siswa, yaitu dengan melihat rata-rata nilai rapor siswa pada semester terakhir yang telah dilalui subjek penelitian. Pada penelitian ini pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan angket kuesioner dimana yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner game online dan kuesioner motivasi belajar. Angket kuesioner tersebut berisi identitas subjek yang terdiri dari nama, kelas, jenis kelamin,dan tanggal pengisian kuesioner tersebut. Karena banyaknya responden dalam penelitian ini, maka angket yang digunakan adalah angket tertutup, sehingga responden hanya memilih jawaban yang telah disediakan.

 

  1. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket kuesioner. Lembar angket kuesioner adalah lembar angket kepada subjek atau responden sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan dari pembuatan kuesioner ini adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin serta memperoleh informasi yang relevan.

Bentuk item kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah item kuesioner tertutup dimana pertanyaan yang dicantumkan telah disesuaikan oleh peneliti. Alternatif jawaban yang disediakan bergantung pada pemilihan peneliti sehingga responden hanya bisa memilih jawaban yang mendekati pilihan paling tepat dengan yang dialaminya. Kuesioner penelitian tertutup memiliki prinsip yang efektif jika dilihat dengan sudut pandang peneliti sehingga jawaban responden dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

 

 

 

  1. Angket
  2. Game online

Angket ini dapat digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat pengaruh game onlilne dalam kehidupan responden. Responden dalam penelitian ini dapat mengisi angket ini dengan memilih pernyataan yang sesuai dengan kondisi keaktifan mereka. Penyusunan angket ini menggunakan skala likert sehingga responden hanya perlu memilih pernyataan antara sangat setuju sampai dengan sangat tidak setuju. Adapun kisi-kisi angket bimbingan belajar antara lain sebagai berikut.

 

Variabel Indikator Item Angket
Game Online Intensitas

Kesukaan

kebiasaan

 

 

  1. Motivasi Belajar

Motivasi belajar dapat digunakan untuk melihat seberapa besar motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Kuesioner tersebut berisi skala motivasi belajar yang berbentuk skala Likert dimana responden hanya perlu memilih pertanyaan antara sangat setuju sampai dengan sangat tidak setuju. Adapun uraian kompetensi beserta kisi-kisi motivasi belajar adalah sebagai berikut.

Variabel Indikator Item Angket
Minat Belajar Kesukaan

Kemauan

Keaktifan

 

 

  1. Uji Coba Instrumen

Uji coba instrument merupakan suatu tindakan yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif guna menguji keabsahan dari instrument yang dipergunakan. Pengujian dilakukan dengan cara melakukan penelitian uji coba baik dengan sampel yang sama maupun sampel yang berbeda namun dengan karakter yang sama. Sebagai hasil dari uji coba ini, akan siperoleh butir-butir soal instrument yang tepat maupun yang kurang tepat sehingga dinyatakan gugur.

Pengujian instrument dalam penelitian ini meliputi validitas dan reliabilitas dari item angket yang ada. Apabila butir soal yang ada tidak valid ataupun tidak reliable, maka butir soal tersebut dinyatakan gugur. Apabila terdapat butir soal yang gugur karena tidak valid maupun reliable, maka peneliti harus dapat menggantinya dengan item yang baru.

 

  1. Validitas Data

Validitas merupakan suatu bentuk tingkatan kemampuan sebuah tes dalam penelitian dalam mengukur cakupan substansi yang ingin diukur. Validitas mengacu pada pengukuran yang benar melalui instrumen ang benar.

Dalam penelitian, validitas dibagi empat macam, antara lain:

  1. Validitas Isi (Content Validity)

Untuk mendapatkan validitas isi dibutuhkan dua aspek penting yakni validitas isi dan validitas teknis samplingnya. Validitas isi mencakup hal yang berkaitan dengan kemampuan item dalam pertanyaan tes. Sedangkan validitas sampling menunjukkan kemampuan suatu sampel tes merepresentasikan total cakupan isi.

  1. Validitas Konstruk (Construct Validity)

Validitas konstruk merupakan tingkatan atau derajat kemampuan suatu tes untuk dapat mengukur wujud dan bentuk dari sebuah konsep. Proses melakukan validasi konstruk dapat dilakukan dengan hipotesis testing yang direduksi dari teori konstruk yang relevan.

  1. Validitas Konkuren (Concurrent Validity)

Validitas konkuren merupakan kemampuan atau derajat suatu tes tertentu untuk dapat dikorelasikan dan dihubungkan dengan tes lain. Validitas konkuren ditentukan dengan membangun analisis hubungan atau pembedaan diantara kedua tes yang bersangkutan.

  1. Validitas Prediksi (Predictive Validity)

Validitas prediksi adalah suatu derajat kemampuan suatu tes untuk dapat memprediksi bagaimana seseorang dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang direncanakan. Validitas prediksi suatu tes pada umumnya ditentukan dengan membangun antara skor tes dan beberapa ukuran keberhasilan dalam situasi tertentu yang digunakan untuk memprediksi keberhasilan.

Untuk menguji validitas alat ukur,peneliti menggunakan teknik ProductMoment dari Karl Pearson. MenurutAzwar (2006) koefisien validitas dapatdianggap memuaskan apabila melebihirxy = 0,30 sehingga hanya item-itemyang mempunyai total korelasi lebih darirxy = 0,30 yang dianggap valid. Padaskala motivasi belajar dari 30 item yangdianalisis, diperoleh 21 item yang valid,sementara 9 item lainnya dinyatakangugur. Korelasi skor total pada item-itemvalid bergerak antara 0,3135 sampai0,5287.Validitas yang digunakan untuk menguji alat ukur dalam penelitian ini adalah validitas konstrak, yaitu salah satu tipe validitas yang menunjukkan sejauhmana tes mengungkap konstrak teoritis yang hendak diukur (Azwar, 2002).

Rumus product moment adalah sebagai berikut.

rₓy = ΣYX –(ΣX) (ΣY)

 

  1. Reliabilitas

Reliabilitas dapat disebut sebagai nilai konsistensi instrumen penelitian. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sehingga alat pengumpul data instrumen tersebut sudah baik. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda (multiple regression), yaitu untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar dan tingkat intelegensi sebagai variabel independen terhadap variabel prestasi belajar sebagai variabel terikat.Uji reliabilitas dalam penelitian menggunakan rumusAlpha Cronbach (Azwar, 2002), yaitu sebagai berikut.

Untuk mengetahui konsistensialat ukur, maka dilakukan uji reliabilitas.Teknik yang digunakan untukmendapatkan konsistensi dari alat ukurini yaitu teknik Alpha Cronbach. Menurut Azwar (2006) secara teoritik,besarnya koefisien reliabilitas berkisarantara 0 sampai dengan 1,00. Koefisienreliabilitas yang sempurna mempunyainilai koefisien sebesar 1,00.

  1. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, kegiatan analisis data terbagi menjadi dua yakni kegiatan mendeskripsikan data dan melakukan uji statistik (inferensi). Kegiatan mendeskripsikan data adalah menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden, sehingga lebih mudah dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan. Kegiatan mendeskripsikan daata dapat dilakukan dengan pengukuran statistik deskriptif.

a)      Tendensi sentral

Pengukuran yang temasuk mengukur tendensi sentral adalah sebagai berikut.

i.            Modus atau skor yang paling sering muncul dibandingkan skor lainnya

ii.            Median atau merupakan titik atau skor yang posisinya membagi 50 persen dibawah

iii.            Mean adalah rata-rata skor dari data yang ada.

 

b)      Variablitas

Pengukuran variabilitas diantaranya:

1)      Standar deviasi

2)      Varian

3)      Kuartil

4)      Desil

5)      Persentil

c)      Perbandingan dan Posisi Skor

Dalam metodologi penelitian seorang peneliti sering dihadapkan pada dilematis melakukan tindakan untuk dapat menjustifikasi kesimpulan secara logis atas dasar data yang ada atau premis yang terbatas. Hal ini dapat dilakukansesuai dengan aturan dasar statistika. Pendekatan yang dibutuhkan dalam proses ini adalah pendekatan statistik inferensi yang berfungsi menentukan hasil data yang ada dengan hasil populasi. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu analisis menggunakan statistik inferensi untuk melihat lebih jauh kemungkinan data dan berbagai kompleksitas didalamnya.

d)     Uji Normalitas Data

e)      Analisis Korelasi Bivariat

1)      Uji Hipotesis Pertama

Data hasil analisismenunjukkan nilai t hitung sebesar2,305 dengan tingkat signifikansi0,022 (p < 0,05). Hal inimenunjukkan bahwa intelegensiberpengaruh secara signifikanterhadap prestasi akademik. Dengandemikian, hipotesis yangmenyatakan terdapat pengaruhtingkat intelegensi terhadap prestasiakademik diterima.

2)      Uji Hipotesis Kedua

Berdasarkan analisis datayang dilakukan, diperoleh nilai thitung sebesar 3,703 dengan tingkatsignifikansi 0,000 (p < 0,01). Hal inimenunjukkan bahwa motivasibelajar berpengaruh sangatsignifikan terhadap prestasiakademik. Dengan demikian,hipotesis kedua dalam penelitian iniditerima, yaitu terdapat pengaruhmotivasi belajar terhadap prestasi belajar.

3)      Uji Hipotesis Ketiga

Berdasarkan data hasilanalisis menunjukkan nilai F hitungsebesar 9,018 dengan tingkatsignifikansi 0,000 (p < 0,01). Hal inimenunjukkan bahwa intelegensi danmotivasi belajar secara bersamaberpengaruh sangat signifikanterhadap prestasi akademik. Dengandemikian, hipotesis yangmenyatakan terdapat pengaruhtingkat intelegensi dan motivasibelajar terhadap prestasi belajar diterima. Berdasarkan nilai R Square sebesar 0,093 menunjukkan bahwa intelegensi dan motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 9,3% terhadap prestasi akademik.

 

 

f)       Analisis Korelasi Multivariat

Analisis multivariat digunakan dalam penelitian ini untuk mencari hubungan fungsional seluruh variabel independent dan variabel dependent.

 

  1. Daftar Pustaka

Darsono, Max. dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

 

Dimyati.2005.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Depdikbud.

Hamalik,Oemar.2003.Proses Belajar Mengajar.Bandung:Bumi Aksara.

Izzaty, Rita Eka. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.

 

Sardiman,A.M.2006.Interaksi dan Motivasi BelajarMengajar.Jakarta:Grafindo.

 

Soekamto. 1994. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Dep. P dan K, Ditjen TP Pusat Antar-Universitas: Jakarta

 

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

 

Sukardi. 2008. Metode Penelitian Pendidikan: Kompetensi Dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Nico Fergiyono

CONTOH HIPOTESIS PENELITIAN


Menurut Suharsimi Arikunto (2006:71) berpendapat  bahwa hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Model pembelajaran jigsaw lebih efektif daripada  explicit instruction terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011.
  2. Prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011 yang mempunyai motivasi belajar tinggi lebih baik daripada motivasi belajar sedang dan motivasi belajar sedang lebih baik daripada motivasi belajar rendah.
  3. Ada interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dengan motivasi belajar matematika siswa kelas VII  MTs Negeri Goranggareng tahun ajaran 2010/2011, baik pada siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, maupun rendah terhadap prestasi belajar.

DENGAN ANAVA::

Berdasarkan kajian teori dan kerangka pemikiran, peneliti menyatakan hipotesis penelitian dari penelitian ini adalah:

  1. Prestasi belajar matematika siswa yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran NHT lebih baik dari pada siswa yang diberikan pembelajaran snowball trowingpada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Plaosan tahun 2011/2012.
  2. Prestasi belajar matematika siswa yang keaktifannya tinggi lebih baik dari pada yang keaktifannya sedang dan rendah, siswa yang keaktifannya sedang lebih baik dari pada siswa yang keaktifannya rendah  pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Plaosan tahun 2011/2012.
  3. Ada interaksi antara model pembelajaran NHT dan model snowball throwing dengan keaktifan siswa tinggi, sedang, maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Plaosan tahun 2011/2012.

DENGAN UJI-T::

Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran, maka hipotesis penelitian ini adalah:

“Prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran NHT lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran STAD pada kelas VII SMP Negeri 13 Madiun”.